Krisis Jagung! Inflasi besar sudah semakin dekat…

Kompas hari ini ada artikel “Harga Pakan Terus Naik, Peternak Unggas terancam gulung tikar”. Saya sudah sebutkan sebelumnya bahwa keadaan komoditi yang terus naik akan sangat memprihatinkan untuk masyarakat. Disebutkan bahwa harga jagung internasional telah naik 80% selama setahun dari 130 dolar amerika menjadi 235 dolar amerika. Sudah dipastikan bahwa bila harga jagung, yang menjadi 50% bahan dasar pembuatan pakan akan menaikkan harga pakan tersebut, dimana karena harga jual ayam tidak dapat naik, maka merekapun tidak sanggup untuk membeli pakan tersebut. Bila petani juga banyak yang gulung tikar, berkurangnya supply ayam dipasaran pun akan menaikkan harga.
Kita harus dapat memperbanyak produksi jagung lokal untuk dapat mengurangi import jadung kita yang sangat besar. Kita harus dapat mencontoh Kabupaten Gorontalo yang telah sukses memproduksi jagung secara professional.
Ini bukan di Indonesia saja. Jepang pun sudah kewalahan. Mereka mengimpor 16 juta ton jagung, yang 95% dari Amerika. 75% mereka pakai untuk pakan. Ini sudah menjadi wabah global. Kita harus stop pemakaian jagung untuk ethanol. Presiden Amerika George Bush menginginkan pengurangan beban terhadap BBM sehingga dia mengatakan untuk menaikkan produksi ethanol 7 kali lipat dalam 10 tahun mendatang. Jangankan pakan, minuman soda pun memakai pemanis dengan bahan dasar jagung, jadi harga Coca-cola, pepsi dan semua minuman itu juga akan naik.
Ini beberapa contoh kejadian di seluruh dunia:
- Meksiko: harga tortilla naik 60%
- China: harga daging babi naik 20% dan telur telah naik 16%
- India: harga makanan secara umum naik 10%
Secara umum, inilah gambaran persentase input jagung dengan harga yang dibayar oleh konsumen
- Cereal dan biskuit: 4% dari harga yang dibayar oleh konsumen
- Daging sapi: 48% dari harga yang dibayar oleh konsumen
- Daging babi: 27% dari harga yang dibayar oleh konsumen
- Daging ayam: 50% dari harga yang dibayar oleh konsumen
- Produk dari susu/keju: 38% dari harga yang dibayar oleh konsumen
- Minyak: 15% dari harga yang dibayar oleh konsumen
Bagaimana dengan Indonesia nanti? Sudah begitu banyak orang yang kesulitan membeli makanan yang baik dan bergizi. Bila hal ini terjadi, maka dapat terjadi hal-hal yang tidak diinginkan lagi.
3 comments 27 April, 2007











