Kabar baik bagi pencinta lingkungan! Pemprov DKI baru saja menetapkan bahwa akhir pekan minggu keempat setiap bulan menjadi kawasan tanpa kendaraan bermotor mulai Desember 2007.
Biasa kawasan yang kosong akan menjadi tempat untuk olahraga jogging atau naik sepeda ditambah dengan pedagang penjaja makanan dan barang. Nah ini yang harus hati-hati. Jangan sampai udara jadi lebih bersih tetapi tetap buang sampah sembarangan yang akhirnya sama saja merusak lingkungan. Jadi tema harus konsisten agar pemerintah juga membuat acara setiap bulan ini sebagai ajang sosialisasi masalah lingkungan dan menerapkannya sehingga orang pun bisa ikut berpartisipasi.
Yang bagus juga adalah peremajaan Kota Tua yang biasa kita kenal lapangan Fatahilah yang juga dibuat bebas kendaraan bermotor. Mudah-mudahan bisa mempercantik daerah tersebut sebagai tujuan pariwisata yang baik.
Paling tidak sudah ada awal yang baik dulu. Kita dukung deh!
22 Nopember, 2007

Saya sudah pernah tulis sebelumnya bahwa Ayam adalah daging yang lebih ramah lingkungan karena daging lainnya seperti daging sapi lebih memerlukan banyak input (makanan) untuk mendapatkan jumlah output (daging) yang sama seperti ayam yang disebabkan oleh faktor pencapaian umur sewaktu dipotong. Memang secara global semua produksi daging seperti sapi, babi, ayam dan ikan bertanggung jawab untuk +/- 20% untuk gas yang menyebabkan pemanasan global (global warming) yang terdiri dari 9% gas CO2, 37% gas metana dan 65% gas nitro oksida. Gas metana adalah 23 kali lipat lebih berbahaya dari CO2 dan gas nitro oksida 296 kali lipat lebih berbahaya dari CO2.
Komparasinya adalah: Gas metana yang diperlukan untuk memproduksi 170 gram daging sapi dapat disamakan dengan gas karbon dioksida yang dihasilkan dari pemakaian lampu pijar selama 100 jam! Itu baru produksinya saja, belum ditambah biaya transportasi dan biaya masak dengan tabung gas.
Fakta berikutnya,
(more…)
21 Nopember, 2007
Apa anda punya AC di rumah atau kantor? Pernahkah anda berpikir kemana anda buang air sisa dari kondensasi AC? Biasa orang asal bikin pipa dan dibuang ke saluran air, atau ada juga yang asal buang ke jalan yang akhirnya air berceceran kemana-mana dan menjadi genangan air. Padahal air kan sudah semakin sulit dan kita membuang air begitu saja yang masih bisa dipakai untuk menyiram tanaman, membersihkan lantai, atau lainnya.
Saya sempat melihat sebuah sekolah SD di kawasan Angke, Jakarta Utara yang sudah cukup tua dan baru memasang AC di setiap kelas. Mereka menaruh ember di setiap pipa AC untuk mengumpulkan airnya sehingga bsa dipakai kembali.
(more…)
15 Nopember, 2007

Semir sepatu mengandung banyak sekali bahan kimia dimana ternyata ada alternatif organik yang bisa didapatkan dimana-mana yaitu Pisang, atau tepatnya sebelah dalam kulit pisang. Pisang memang hebat. Mulai dari penambah stamina sampai ada anak Inda yang membuat sisa pisang menjadi bahan bakar.
Semir sepatu yang biasa itu mengandung lilin. Pisang juga mengandung lilin, dan lebih dari itu potasium yang terkandung di pisang juga bagus untuk kulit sepatu.
Yang harus diingat adalah ini HANYA untuk sepatu berbahan kulit. Jangan yang bahan suede atau lainnya. (more…)
13 Nopember, 2007
Sebelumnya saya sudah tulis soal “Jangan Asal Buang Kertas. Pakai Dulu Kedua Sisi, Baru deh dibuang.” Sekarang masalahnya kalau kedua sisi sudah dipakai, kertasnya mau diapakan? Sempat saya coba kertas tersebut di shredder dan dimasukkan ke tong Composter. Ternyata kertas tersebut tidak bisa terurai dengan baik. Kadang ada juga orang yang membakar kertas tersebut, menjual ke tukang loak, atau ada juga yang diberikan pada pemulung kertas. Tadi saya juga sempat mencari solusi untuk mencari cara mendaur ulang kertas-kertas yang ada di kantor. Akhirnya saya mendapatkan seorang pendaur ulang independen bernama Bapak Salam di “Kedai Daur Ulang.” Kedai Daur Ulang menerima sampah-sampah kertas kita untuk dibuat barang dari hasil daur ulang kertas tersebut seperti kertas daur ulang lokal, kerajinan tangan, boks-boks, frame foto, dsb. Yang menarik adalah Kedai Daur Ulang sudah mempunyai langganan perusahaan-perusahaan yang ingin membuang sampah kertasnya untuk menjadi sesuatu yang lebih berguna. Oleh karena pembicaraan dengan Bapak Salam saya pun tertarik untuk mengantar kertas-kertas bekas ke Kedai Daur Ulang. (more…)
12 Nopember, 2007

Nah ini dia yang ditunggu-tunggu. Setelah begitu banyak dukungan dari Gubernur DKI Fauzi Bowo dan juga Bp. Andi Malaranggeng terhadap komunitas Bike To Work, kali ini giliran Presiden SBY yang berkata,”Berilah ruang agar kegiatan bersepeda bisa dijalankan dengan baik termasuk kegiatan Bike To Work” yang ditujukan kepada pemerintah provinsi, kota dan kabupaten di seluruh Indonesia dalam pidato pelepasan kontingen Bicycle For Earth Goes To Bali di pelataran Monas, Jakarta tgl 11 November 2007.
Beliau juga menambahkan,”Bersama, mari kita selamatkan bumi yang kita huni.” Paling tidak tahap awal para penggowes bisa pakai jalur busway deh sebelum ada jalur khusus sepeda.

Siapa yang belum naik sepeda? Hayo deh rame-rame beli sepeda. Merek lokal juga sudah semakin baik, gak musti pakai merek luar negeri yang mahal. Yang penting naik sepeda dulu dan mudah-mudahan dengan dukungan pemerintah juga bisa menggowes dengan enak di seluruh kota di Indonesia.
11 Nopember, 2007

Berbisnis jaman sekarang kita harus bisa hemat dan efisien. Apalagi dengan harga BBM yang semakin tinggi. Perusahaan pun semakin terhimpit dengan margin yang semakin tipis karena bahan baku naik terus tetapi harga jual kan tidak bila langsung naik begitu saja. Kalau bahan baku naik 100%, paling kita berani naikkan 50% dulu lalu dengan perlahan merangkak naik.
Untuk itu kita perlu semakin efisien. Contoh pemakaian yang sangat boros adalah kertas. Orang bilang kalau sudah pakai komputer tuh paperless dan perusahaan semakin efisien. Itu sih kata-kata salesman. Kenyataannya, orang tetap print setiap laporan, dan seringnya malah draft pun salah sampai 2-3 kali. Bagaimana mau irit? Padahal kertas di yang kita pakai di Indonesia bukan dengan kualitas daur ulang yang tinggi. Akhirnya semakin ada komputer penggunaan kertas menjadi semakin tinggi. Hal ini pun diakui oleh perusahaan-perusahaan di Amerika. Kita tetap memerlukan arsip hardcopy dan data softcopy. (more…)
10 Nopember, 2007
Lampu pijar adalah penemuan hebat oleh Edison yang setelah 100 tahun sejak ditemukan tetap menggunakan bahan-bahan yang sama dimana listrik yang digunakan hanya dapat memproduksi 10% cahaya dan sisa 90% menjadi panas. Karena itulah ruangan menjadi panas dan bola lampu pun panas sekali.
Sekarang sudah mulai banyak dijual lampu hemat energi yang hanya membutuhkan listrik lebih sedikit untuk menghasilkan daya cahaya yang sama hingga 5 kali lipat dan dengan masa pemakaian yang lebih lama. Kalau kita ke toko-toko elektronik akan bisa kita dapatkan merk Philips, Megaman atau Osram dengan berbagai model lampu fluorescent yang hemat energi.
Yang tidak kita ketahui adalah, lampu fluorescent/CFL bisa juga menjadi tidak efisien. Bila lampu fluorescent sering dinyalakan dan dimatikan maka umur dari lampu pun bisa berkurang. Lampu CFL paling efisien ditempatkan di ruangan atau tempat dengan pemakaian lampu yang lama, minimal 15 menit.
Sewaktu kita menyalakan lampu CFL, maka ada kenaikan muatan listrik sebesar 50 kali lipat. Sebenarnya kenaikan muatan listrik itu hanya 1/10 detik, tetapi sama seperti menggunakan listrik selama 5 detik. Jadi kalau anda memakai lampu hanya 5 detik, sama sekali tidak efisien dan lampu bisa cepat rusak karena memakai ballast sebagai starter.
Jadi jangan hanya sebentar-sebentar menggunakan lampu. Tetapi bukan berarti tidak mematikan lampu. Bila anda tidak menggunakan lampu lebih dari 15 menit, lebih baik dimatikan.
8 Nopember, 2007