Contoh Rumah Dengan Taman Atap
9 Januari, 2008
Ini adalah sebuah contoh rumah dengan taman atap yang sangat bagus. Rumah dibuat dengan design minimalis. Bisa dilihat bahwa di atas dan di samping terdapat banyak taman sehingga ketika hujan pun air bisa terserap dan tidak langsung masuk ke selokan yang akhirnya mengurangi potensi banjir. Rumah ini saya potret di Jakarta. Mudah-mudahan bisa menjadi inspirasi agar semakin banyak orang membuat taman atap.
Entry Filed under: Lingkungan Rumah. .
24 Comments Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed








1.
lil bow wow | 9 Januari, 2008 at 12:50 pm
wah bgs jg tuh…walaupun sya pernah tau ada beberapa yang menggunakan metode ini sebaiknya d tiru juga sama yang lain…lumayan kan mengurangi global warming
2.
Hoek Soegirang | 9 Januari, 2008 at 4:22 pm
wow!!! keren sanadh!!!!!! selaen menjaga kelestarian lingkungan dan mengurangi femanasan global *halah*, kekna emang asek sangadh deh funya rumah yang ada taman diatapnya
3.
aRuL | 10 Januari, 2008 at 12:04 am
keren nih… ntar deh saya rancang seperti ini untuk rumah saya…
pasti asri banget…
4.
cana | 10 Januari, 2008 at 9:06 am
mau nambahin boleh…??
taman atap sebenarnya dibuat untuk menggantikan lahan hijau yang kita bangun oleh bangunan kita… adalah cara yang bijak menurut saya, secara lahan hijau apalagi di kota sudah sangat langka….
tapi memang, model ini tidak bermula di negara tropis. Kalo di negara2 empat musim yang bisa dibilang tidak lembab, atap ini tidak akan jadi masalah. Tapi di iklim tropis basah spt indonesia yang musuh dari kenyamanannya adalah kelembaban, perlu perlakuan khusus. Bukaan pada dinding bangunan harus maksimal untuk memaksimalkan sirkulasi udara (kebanyakan bangunan tradisional kita membuang kelembaban dengan udara… ini prinsip yang asoy buat ditiru… sudah teruji ratusan tahun… hehe), karena atap rumput–roofgarden–ini pada kenyataannya malah meningkatkan tingkat kelembaban sudah aku buktikin sendiri pake alat ukur kelembaban, tapi gak pake gituan juga bisa kok… gerah sangad…
Satu lagi… ini yang paling susah… urusannya sama kantong… bangunan denga roofgarden adalah MEHEEELL… hahahha…. secara harus bisa menopang beban merata segitu besar (kerikil tanah dll–lapisan di bawah rumput) jadi struktiurnya harus diperbesar deh… dan itu adalah duwit… Tapi emang harus udah saatnya kia berkorban demi masa depan… hidup green…
5.
rumahkayubekas | 10 Januari, 2008 at 10:00 am
Semoga lebih lagi menyemangati kita- kita untuk semakin suka menanam pohon,
Salam,
6.
Leon Abirawa | 11 Januari, 2008 at 9:17 am
kalau tidak salah saya pernah lihat juga dari e-mail teman di Chicago juga banyak, malah air yang didapat dari penampungan hujan di sana dimanfaatkan lagi. Memang sich kayanya cukup rumit.
Eh… sebenarnya yang boleh taruh blog dan gambar di sini siapa aja sich?
Saya ada banyak artikel menarik yang ingin saya bagi juga… ada petunjuk tidak?
thx.
7.
yeni | 11 Januari, 2008 at 9:27 am
Gambarnya di gedein n di banyakin dong biar tambah jelas sekalian sama detailnya soalnya bagus bgt tuh idenya.
8.
Leon Abirawa | 12 Januari, 2008 at 9:34 am
Tadi baru liat-liat, Terus merhatiin kalau disekeliling kost itu banyak banget yang nanam tanaman walau tanahnya gak ada dan lahan sempit-sempit. Caranya? Tanaman dalam pot….
Rumah seperti ini memang keren tapi Tapi kalau kita tidak mampu atau terlalu rumit, pemecehan sederhana seperti pohon dalam pot bisa menjadi solusi yang menganggumkan. Untuk tanaman yang besar, bisa pakai pot dari ban bekas seperti disaran idep.
Eh iya, kalau tertarik berkebun organik juga bagus, bisa pake pot juga :).
thx.
9.
rita | 15 Januari, 2008 at 5:49 pm
..oke sebagai alternatif..lebih oke lagi mikir seribu kalii kalo kita mau bangun rumah, yg utama ada pohon besar gak disekitarnya..jgn asal tebang untuk dapetin luas lahan yg lebar. tp siasatin n jadikan pohon tsb bagian dari rumah…
kalo temanya “hijau” dengan menanam pohon di dalam pot kita sudah dapatkan hijaunya tapi gak jamin bebas banjir atawa longsor n defisit air bersih. intinya akar pohon dibumi memberi sejuta kehidupan buat kita..
10.
andri | 17 Januari, 2008 at 12:33 pm
Pingin tau deh, berapa yah ketebalan tanah yang dipakai utk roof garden? Juga bagaimana struktur beton untuk nopang hamparan tanah itu.
11.
sriek | 19 Januari, 2008 at 3:06 pm
tlong donk kirimkan, contoh prorosal bangunan rumah untuk anak kost,beserta daftar biayanya.yang lengkap ya……..
12.
dodolipet | 19 Januari, 2008 at 8:07 pm
wah sori saya tidak melayani pembuatan proposal. tx.
13.
imam | 19 Februari, 2008 at 11:07 am
menarik juga. rumah jadi adem & mengurangi suhu panas di rumah. di rumah juga aku kasi tanaman. cuman medianya beberapa tanaman di pot. pengennya kasih rumput. tapi struktur bangunan tidak memungkinkan…
14.
Awank | 19 Februari, 2008 at 12:43 pm
ada yang bisa kasih tahu gimana cara pembuatannya ?
15.
sina | 22 Februari, 2008 at 4:29 pm
boleh tuh contohnya,,,, sekalian dong bagaimana cara pembuatannya. dan berapa besar anggaran untuk membuatnya agar dapat diprediksi.
thanks
16.
nova | 26 Maret, 2008 at 10:07 am
bagus…tapi gambarnya dibanyakin lg dunk…..oya apakah tanaman itu ga merusak temboknya ya????thanks
17.
Aku Ingin Hijau | 26 Maret, 2008 at 11:51 am
Nova, banyak orang pikir tanaman akan merusak tembok, tapi malah sebaliknya. Dengan adanya tanaman, maka temperatur panas dan dingin tidak terlalu ekstrim karena panas tertahan pohon sehingga tembok tidak cepat rusak dan malah lebih awet.
18.
Rika | 1 April, 2008 at 2:31 pm
Bagussssss, Tapi gimana cara buatnya
kasih tau yaa!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
19.
yuga | 11 April, 2008 at 8:28 pm
biar murah mungkin tinggal taro tanaman dalam pot trus potnya ditao ke genteng
20.
Ruts | 12 April, 2008 at 4:35 pm
Bagus… saya tertarik kebetulan atap rumahku beratap beton…. tapi bagaimana konsep pembuatannya? dan bagaimana cara mencegah agar sampah yang berasal dari daun kering & tanah tidak menyumbat saluran airnya…. mohon petunjuk…
21.
viet | 27 Mei, 2008 at 10:11 am
waduh ntar kl ada ular gmn??
22.
iin | 14 Juni, 2008 at 9:16 pm
suatu saat pasti tanah akan menjadi suatu yang langka. andaikan mulai saat ini kita mulai mengembangkan pertanian diatas atap pasti lebih baik. mungkin saja kita bakal swasembada pangan dan ngak bakal impor beras lagi. yuk realisasikan!!!
23.
iin | 14 Juni, 2008 at 9:56 pm
btw tanaman yang cocok buat taman atap apa?
trus ngak cepet lumutan ya temboknya?klo iya solusinya?tkz
24.
andrey leonardo 19th at STIP | 29 Juni, 2008 at 6:41 am
gimana kalo tanaman2 yang ditaro diatas atap yang kecil2 aja dan yang harganya juga gak begitu mahal.
selain perawatannya midah kan nggak terlalu mengeluarkan banyak uang……
ndre