BBM akhirnya naik lagi. Tarif angkutan umum naik juga. Pergi ke kantor semakin mahal padahal gaji belum tentu naik. Kebanyakan dari kita sudah pasti mengumpat pemerintah, tidak setuju dengan kenaikan BBM dengan berbagai alasah. Tetapi pada akhirnya, kita cuma bisa ngomong doang karena kita bukan pemerintah dan tidak bisa mengubah kebijakan negara begitu saja. Makanya kita sebagai rakyat harus mencari alternatif agar bisa survive, bukan cuma bertopang dagu atau ikutan demo berharap pemerintah mengubah pendiriannya.
Kita juga harus mengerti bahwa bukan hanya di Indonesia saja yang BBM-nya naik, tetapi sudah merupakan problema global. BBM yang naik inilah yang memicu semua bahan pangan maupun konsumsi lainnya juga ikut-ikutan naik.
Idealnya sih dengan subsidi yang dikurangi maka pemerintah bisa fokus untuk menyelesaikan masalah lainnya seperti transportasi masal dan jalur sepeda. Dikatakan di sebuah surat kabar bahwa BBM naik tidak akan mengurangi konsumsi BBM di masyarakat karena adanya pertumbuhan mobil dan motor yang besar sehingga kalaupun orang mengurangi, karena ada saja orang yang baru memiliki motor dan mobil maka secara global konsumsi pun tetap atau malah tetap meningkat. Oleh karena itu, sebenarnya solusi untuk pemerintah kita adalah agar investasi di jalur sepeda dan transportasi masal yang lebih baik sehingga orang bukannya naik mobil tetapi naik kendaraan umum dan/atau sepeda.
Dibawah ini adalah alasan-alasan klasik untuk tidak naik sepeda: (more…)
25 Mei, 2008

Mat’s Commute from Mat Barlow on Vimeo
Harga Bensin semakin mahal. Akhirnya kita harus mencari alternatif. Tetapi pernah membayangkan tidak seperti apa pergi ke kantor naik sepeda? Mat Barlow memberi gambaran dengan fakta-fakta serta pengalaman pribadinya naik sepeda yang di videokan dari belakang handle.
Mungkin kita belum punya versi Indonesianya (anggota B2W ada yang mau buat seperti ini tidak?)
Dengan memberi gambaran bahwa naik sepeda itu lebih enak, mudah, dan ramah lingkungan maka bisa memberikan motivasi untuk orang yang belum melakukannya.
16 Mei, 2008
Saya baru saja menemukan Buku Panduan Efisiensi Energi di Hotel yang dikeluarkan oleh Yayasan Pelangi Indonesia pada tahun 2005 tetapi masih sangat relevan untuk saat ini. Menurut website Yayasan Pelangi, “buku ini berisi panduan praktis — dari proses perencanaan hingga implementasi — bagi hotel, baik besar maupun kecil, untuk menjalankan program efisiensi energi.”
Menurut saya buku ini benar-benar bagus dan walaupun ini adalah panduan untuk di hotel, tetapi semua orang harus mengetahui karena banyak hal yang bisa diimplementasikan di perkantoran, rumah sakit, dan lainnya seperti untuk pendataan dan pencatatan semua beban energi. Audit ini akan sangat berguna bagi banyak orang.
Selain itu juga ada petunjuk mengenai AC, lampu dan boiler serta manajemen dari setiap bagian yang ada di hotel.
Download dari link “Buku Panduan Efisiensi Energi di Hotel (1.82 Mb)” untuk mengetahui lebih banyak.
4 Maret, 2008
Salah satu penyebab banjir adalah air hujan yang tidak teresap ke dalam tanah. Padahal resapan air sangat diperlukan bukan hanya untuk mencegah banjir tetapi juga untuk memperbaiki kualitas dan kuantitas air tanah. Banyak orang yang lupa saat membuat tempat parkir mobil, teras, atau jalanan dimana tanah tertutup rapat dengan beton dan aspal.
Paving berumput adalah salah satu solusi yang bukan hanya dapat membantu peresapan air, tetapi juga dengan rumput yang tumbuh bisa membantu mengurangi karbondioksida di udara. Paving juga kuat untuk mobil ataupun truk walaupun lebih disarankan untuk lokasi dengan lalu lintas yang rendah. Tempat parkir rumah dan kantor adalah 2 contoh yang sangat cocok menggunakan paving berumput. Tempat parkir biasanya diaspal, tanpa taman, tidak ada pohon sama sekali sehingga untuk menurut saya banyak sekali tempat parkir yang dibuat saat ini sangat-sangat tidak ramah lingkungan. Padahal kalau tempat parkir tersebut dibuat dari paving berumput, malah ditambah taman atap diatas rumah/ruko/mal tersebut, resapan air hujan akan jauh lebih baik. (more…)
2 Maret, 2008
Beberapa Berita Kamis, 21 Februari 2008
Kompas: “Sebagian Jawa-Bali Padam. Masyarakat Diminta dengan Sangat Menghemat Pemakaian Listrik”
Seputar Indonesia: “Listrik Jakarta Padam Tiga Hari”
Pikiran Rakyat: “Listrik Jawa-Bali Terancam Mati”
Bisnis Indonesia: “RI harus siap hadapi krisis energi”
Kenapa tidak serahkan ke pemerintah saja? Memang paling gampang begitu. Tetapi kita tidak akan membantu juga kalau sudah berpikiran seperti itu, dan kalau akhirnya listrik mati lagi, kita cuma bisa menyalahkan. Untuk hal ini diperlukan partisipasi dari banyak orang. Kita juga harus bisa mengerti masalah yang kita hadapi saat ini. Indonesia adalah negara kepulauan dimana semua barang komoditi harus dikirim melalui laut. Salah satu komoditi itu adalah batu bara yang menjadi sumber bahan bakar pembangkit tenaga listrik. Pada saat ini ombak di laut sekitar Pulau Jawa sangat tinggi, dan dengan adanya curah hujan dan angin yang tidak menentu, maka kapal dan tongkang pun sangat sulit untuk merapat ke dermaga. Bahkan ada tongkang yang hilang di tengah laut tanpa diketahui. Lihat saja beberapa cuplikan berita dibawah ini: (more…)
21 Februari, 2008
Banyak perayaan dimulai dengan melepas balon ke udara. Kelihatannya sih bisa dibilang bagus, apalagi kalau warna warni. Tetapi apa yang terjadi setelah balon terbang ke udara?
Kita mungkin tidak pernah memikirkan hal-hal seperti ini, tetapi faktanya adalah balon-balon tersebut bisa terbawa angin hingga akhirnya jatuh ke laut. Di laut, dengan adanya reaksi kimia antara balon dan air laut yang asin akan menyebabkan balon berubah warna menjadi transparan sehingga mirip dengan ubur-ubur. Balon yang sudah menjadi transparan walaupun masih berwarna, bila goyang-goyang akan terlihat seperti binatang laut dan bisa termakan oleh penyu laut, burung, hingga ikan paus sehingga menghambat lambung dan bisa mematikan hewan-hewan tersebut. (more…)
14 Februari, 2008
Kebocoran adalah salah satu hal yang paling merugikan karena hal ini berlangsung terus menerus dan bisa jadi tanpa kita ketahui. Salah satu kebocoran yang terlewat adalah kebocoran Toilet duduk kita. Toilet duduk selalu memiliki persediaan air dimana bila toilet tersebut sudah berumur bisa bocor. Kebocoran itu sendiri bisa disebabkan oleh karet yang sudah kurang baik sehingga tidak bisa menutup dengan rapat.
Kebocoran ini merugikan karena bila air terus berkurang, maka dengan adanya sensor penanda tinggi air di tempat persediaan air kalau air berkurang akan ditambah dengan sendirinya. Penambahan ini akan menggunakan pompa air yang memakai listrik. Selain itu, air juga terbuang percuma. (more…)
8 Februari, 2008

Kalau kita pergi ke hotel, kebanyakan hotel itu memberikan sabun batang untuk cuci tangan, bahkan mandi walaupun beberapa hotel sekarang sudah menggunakan sabun cair
dalam botol kecil atau dispenser sabun.
Saya tidak mengerti industri perhotelan dan juga tidak pernah bekerja di hotel, jadi saya bertanya-tanya juga sabun yang sudah kita pakai dan belum habis itu dibuang ke mana, dijual atau di recycle menjadi apa? Mudah-mudahan teman-teman ada yang bisa sharing pengalamannya. (more…)
10 Januari, 2008